Strategi penempatan jadwal di awal waktu tersebut dirancang sebagai langkah mitigasi kejutan yang tidak diprediksi oleh para pelaku kecurangan, guna meminimalkan celah praktik curang.
"Oleh karena itu, mengapa di tahun ini pada saat pelaksanaan UTBK, khusus untuk peserta dengan peminatan Prodi Kedokteran dan Kedokteran Gigi itu kita tempatkan di hari pertama dan hari kedua," ucap Eduart.
Brian menegaskan Kemendiktisaintek tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kecurangan dalam proses seleksi nasional. Menurutnya, praktik curang merugikan peserta lain serta mencederai pengembangan karakter bangsa.
"Apalagi ini proses SNBT, proses seleksi nasional. Artinya kalau kita lulus, atau seseorang lulus, kan ada yang tidak lulus, ada yang disingkirkan.
Dan itu tentu secara fundamental, pembangunan pendidikan, pembangunan karakter kebangsaan, ini sangat tidak sesuai. Jadi kita tidak akan mentolerir sekecil apapun bentuk kecurangan yang dilakukan untuk bisa lulus," tegas Brian.
Panitia SNPMB mencatat telah menemukan 38 kecurangan dalam pelaksanaan SNBT tahun ini. Tindakan tegas diambil dengan memasukkan seluruh pelaku kecurangan ke dalam daftar hitam (blacklist), sehingga mereka tidak diperkenankan mengikuti seleksi masuk di perguruan tinggi negeri mana pun.