Pada Maret lalu, Rodriguez meluncurkan rencana penghematan energi nasional dan berbagai langkah lain sebagai respons terhadap suhu tinggi yang diperkirakan akan terjadi selama masa pergerakan musiman matahari melintasi titik zenit.
Sanksi AS telah menghambat upaya pemulihan sistem kelistrikan, yang menyebabkan penurunan layanan, kata Rodriguez saat itu.
Kementerian Energi Listrik Venezuela telah meluncurkan kampanye bertajuk "Conserve Energy, Turn on Life" (Hemat Energi, Nyalakan Kembali Kehidupan) yang mendorong langkah-langkah penghematan energi melalui iklan, media sosial, dan sosialisasi dari pintu ke pintu.
Namun, bagi warga, pasokan listrik tetap tidak dapat diprediksi.
Listrik "bisa padam selama tiga hingga enam jam kapan saja sepanjang hari," ujar Alba Jimenez, seorang warga Punto Fijo, sebuah kota di Negara Bagian Falcon, Venezuela barat laut, kepada Xinhua.
"Ini menjadi masalah, terutama bagi mereka yang bekerja jarak jauh (remote) dan harus tetap terhubung pada waktu-waktu tertentu," ujar Jimenez.
Seorang pejalan kaki terlihat di dekat mobil-mobil yang melintas saat pemadaman listrik di Caracas, Venezuela, pada 7 Maret 2019. (Xinhua/Marcos Salgado)