Beranda Internasional Makkah-Madinah Berangsur Normal Usai Diterjang Badai Pasir, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai

Makkah-Madinah Berangsur Normal Usai Diterjang Badai Pasir, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai

Meskipun badai telah mereda, suhu di kedua kota masih tercatat sangat tinggi.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Kondisi cuaca di dua kota suci, Makkah dan Madinah, mulai menunjukkan pemulihan setelah diterjang badai pasir dan hujan lebat beberapa hari terakhir. Badai ekstrem yang melanda sejak Selasa (25/8) malam kini berangsur mereda, dan aktivitas ibadah jemaah dilaporkan berjalan normal dan kondusif.

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM) sebelumnya mengeluarkan peringatan merah (red alert) untuk hujan lebat yang berpotensi banjir bandang di sejumlah wilayah, termasuk Taif dan sekitarnya di Provinsi Makkah, serta peringatan oranye untuk hujan sedang di sebagian wilayah Madinah.

Meskipun demikian, hingga Jumat (28/8), tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian ini.

Salah satu momen paling dramatis dari badai ini adalah ketika sambaran petir berulang kali menghantam puncak Menara Jam Abraj Al-Bait, gedung pencakar langit ikonik setinggi 601 meter yang terletak di dekat Masjidil Haram, pada Rabu (26/8) malam.

Fotografer Youssef Bajjash mengabadikan momen tersebut dalam sebuah video yang viral, memperlihatkan kilatan petir membelah langit gelap dan menyambar bangunan tertinggi di kota itu.

"Saya pastikan, menara Abraj Al-Bait dalam kondisi aman dan tetap kokoh," ujar seorang pejabat setempat seperti dikutip dari laporan yang memastikan tidak ada dampak struktural signifikan akibat sambaran petir tersebut.

Bangunan ini dilengkapi dengan sistem penangkal petir canggih yang dirancang untuk melindungi dari sambaran langsung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here