SUMBAR, CARAPANDANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya memperkuat sistem penanggulangan bencana melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, saat membuka Workshop Pertemuan Lintas Sektoral Pendukung Klaster Penanggulangan Bencana Provinsi Sumbar di The ZHM Premiere Hotel Padang, Selasa (21/04/2026).
Arry Yuswandi menekankan kompleksitas bencana yang kerap terjadi di Sumbar menuntut adanya pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif antar seluruh pemangku kepentingan.
Ia mengingatkan kembali besarnya dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 sebagai pelajaran penting bagi semua pihak.
“Bencana tersebut menimbulkan dampak signifikan, baik korban jiwa, pengungsian, kerusakan infrastruktur, hingga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Tercatat 264 jiwa meninggal dunia, 72 orang hilang, dan lebih dari 10 ribu masyarakat harus mengungsi,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi multipihak yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan.