Beranda Ekonomi Menteri ESDM Bahlil: Bangun Industri Metanol di Jatim dan Kaltim untuk Kebutuhan B50

Menteri ESDM Bahlil: Bangun Industri Metanol di Jatim dan Kaltim untuk Kebutuhan B50

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah akan membangun industri metanol di Jawa Timur dan Kalimantan Timur untuk memenuhi kebutuhan biodiesel B50

0
Bahlil bangun industri metanol di Jatim dan Kaltim untuk kebutuhan B50

Selain meningkatkan kebutuhan metanol, program B50 juga meningkatkan kebutuhan FAME dari 14,9 juta KL pada B40, menjadi 16,7–18 juta KL pada B50; serta meningkatkan kebutuhan CPO dari 13,6 juta ton pada B40, menjadi 15,2–16,3 juta ton pada B50.

Menurut Bahlil, meningkatnya kebutuhan CPO dapat memberi kepastian pasar bagi petani sawit.

“Katakanlah CPO harganya di luar rendah dan negara lain tidak mau, ya sudah sebagian kami sisihkan saja untuk bangun B50. Supaya harga di petani naik, industri naik, negara sejahtera,” ucap Bahlil.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis.

Dasar hukum pelaksanaan Program Mandatori Biodiesel B50 adalah Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati serta Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang Kewajiban Pencampuran Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dengan Bahan Bakar Minyak Solar Sebesar 50 persen.

Program B50 mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam bahan bakar minyak jenis solar. Dalam pelaksanaannya, badan usaha bahan bakar nabati, badan usaha bahan bakar minyak, dan badan usaha penyalur wajib menerapkan standar dan mutu sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here