Meskipun banyak pihak di masa itu mempertanyakan kehadirannya dan menganggapnya sebagai malam perpisahan, Megawati menegaskan pandangan sebaliknya.
"Selama 24 tahun saya menyimpan rapat jawaban itu. Peristiwa itu bukanlah tragedi perpisahan. Malam itu menjadi saksi lahirnya Timor-Leste sebagai saudara Indonesia. Itulah makna rekonsiliasi sejati," ungkap Megawati.
Dalam kuliahnya itu, Megawati menggulirkan sejumlah isu krusial bagi masa depan kedua negara. Seperti, Kepemimpinan Perempuan; dimana ia berbagi pengalaman sebagai presiden perempuan pertama Indonesia.
Megawati Tawarkan Kerja Sama Kepartaian dengan Timor Leste
Kerja sama yang dimaksud yaitu berupa program kaderisasi dan pelatihan kepemimpinan bersama antara PDI Perjuangan dengan partai politik di Timor-Leste.