CARAPANDANG – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan Kuliah Kepresidenan (Presidential Lecture) bertajuk "Dua Negara Merangkai Cita-Cita Bersama" di Dili, Timor-Leste pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Pada kesempatan ini Megawati mengatakan bahwa Indonesia dan Timor Leste memiliki kenangan masa lalu yang tidak bisa terlupakan.
Hubungan kedua negara ini meninggalkan luka sejarah, namun luka tersebut tidak membuat saling dendam. Justru luka tersebut telah berubah menjadi ikatan persaudaraan yang kuat.
Presiden ke-5 RI ini mengatakan bahwa hubungan erat itu ditopang oleh keberanian moral dari dua negara yang memang ditakdirkan hidup berdampingan sebagai tetangga yang setara.
Pada kesempatan ini dia pun Megawati mengenang kembali momentum historis 24 tahun lalu, tepatnya tengah malam 20 Mei 2002 di Padang Tasitolu, saat ia menghadiri langsung upacara restorasi kemerdekaan Timor-Leste selaku Presiden RI.
Megawati pun membagikan pergolakan batinnya kala itu yang harus menyaksikan bendera Merah Putih diturunkan. Bendera tersebut memiliki arti emosional mendalam karena dijahit pertama kali oleh ibundanya, Ibu Fatmawati.