Presiden Prabowo Subianto bertakziah dan memberi penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian bersama UNIFIL di Lebanon
United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) memberikan penghormatan terakhir untuk tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan dengan menggelar upacara memorial
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang membahas rencana investigasi forensik menyusul gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).
Dalam sidang darurat Dewan Keamanan (DK) PBB, Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menyampaikan klaim bahwa insiden yang menewaskan dua prajurit TNI pada Senin (30/3) disebabkan oleh alat peledak milik Hizbullah.
Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian di Lebanon merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan melanggar ketentuan yang berlaku di tingkat global.
Kepala negara mengatakan bahwa pengabdian para prajurit tersebut merupakan cerminan nyata keberanian dan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global,.
“Pemerintah Indonesia harus segera mendesak digelarnya sidang darurat DK PBB untuk membahas pelanggaran ini dan memastikan adanya pertanggungjawaban,”kata Oleh Soleh.
Sugiono menegaskan bahwa Indonesia mengecam keras serangan yang menyasar para prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di bawah bendera PBB.
Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL) mengadakan parade militer di markas besarnya di Naqoura, Lebanon selatan, pada 24 Oktober 2025, untuk merayakan 80 tahun pendirian PBB. (Carapandang/Xinhua/Ali Hashisho)
Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan yang menewaskan seorang personel Kontingen Garuda di Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL)