CARAPANDANG - Presiden Prabowo Subianto mengecam keras tindakan keji yang mengakibatkan gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon selatan. Kecaman tersebut disampaikan Presiden melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Sabtu (4/4/2026) malam.
"Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa," tegas Prabowo dalam pernyataannya.
Presiden juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga prajurit terbaik bangsa tersebut. Negara, kata Prabowo, akan hadir untuk menghormati jasa para pahlawan serta memastikan pengorbanan mereka tidak pernah dilupakan.
Ketiga prajurit yang gugur tersebut adalah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon.
Mereka merupakan bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Yonmek Konga XXIII-S United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Insiden terjadi dalam dua serangan berbeda pada 29 dan 30 Maret 2026. Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat tembakan artileri di dekat posisi kontingen Indonesia di Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.
Sementara Kapten Zulmi dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur ketika konvoi militer yang mereka kawal terkena serangan di Bani Hayyan pada keesokan harinya.