Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan sejak perang Israel-Hezbollah meletus pada 2 Maret 2026.
UNIFIL sendiri terjebak di tengah baku tembak di wilayah tersebut.
Sebelumnya, tiga personel penjaga perdamaian Indonesia dari UNIFIL gugur dalam dua insiden terpisah sepanjang pekan lalu.
Selain itu, ledakan di salah satu pangkalan UNIFIL dekat Odaisseh pada Jumat (3/4/2026) melukai tiga personel lainnya yang juga berkewarganegaraan Indonesia.