Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, dalam konferensi pers virtual bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (20/8), menyatakan gempa berdampak pada 1.378 satuan pendidikan di tujuh kabupaten.
Meskipun jumlah korban jiwa bertambah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada lagi laporan warga hilang di wilayah terdampak.
Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 9 kali gempa susulan terjadi di sekitar Kabupaten Nagekeo sejak dinihari hingga pagi hari.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus mengapresiasi solidaritas tenaga medis berbagai daerah yang cepat membantu penanganan korban gempa bumi di NTT.
BNPB juga melaporkan bahwa hingga Selasa (18/8) pukul 16.00 WIB, tercatat 2.119 kali gempa susulan, dengan gempa terbesar berkekuatan magnitudo 6,2 dan terkecil 1,3.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah mendata kerusakan sekolah dan rumah ibadah akibat gempa di Nusa Tenggara Timur sebagai dasar penanganan.
Jika kebutuhan meningkat, Bulog siap menambah pasokan dari wilayah terdekat seperti Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan, serta menyiapkan penambahan hingga 20.000 ton sebagai langkah antisipasi.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto telah menginstruksikan pendataan kerusakan secara paralel dengan metode by name by address agar proses perbaikan dapat segera dilakukan tanpa menunggu data rampung 100 persen.