Di pasar valuta asing, BI secara aktif melakukan intervensi di berbagai lini, baik di pasar tunai, spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, maupun intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) di Asia, Eropa, dan Amerika.
Pertemuan yang difasilitasi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ini membahas langkah-langkah mengatasi tekanan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Sejumlah bank pelat merah mencatatkan kurs jual di atas Rp 17.000. Bank Negara Indonesia (BNI) memasang kurs beli di Rp 16.815 dan kurs jual di Rp 17.105 per dolar AS.
Ia menyebut fundamental ekonomi Indonesia yang resilien, ditandai dengan pencapaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di level All Time High 9.133,87, menjadi indikasi aliran modal asing yang positif.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengakui bahwa depresiasi mata uang domestik terhadap dolar AS merupakan risiko pasar yang perlu diantisipasi oleh sektor perbankan.