Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka menguat 0,13% di level Rp15.845/US$, melanjutkan tren positif setelah penguatan 0,38% pada perdagangan Kamis. Tren ini didorong oleh pelemahan indeks dolar AS (DXY), yang kini berada di level 105,93, turun 0,11% dibandingkan posisi sebelumnya di 106,05.
Melansir Refinitiv, nilai mata uang garuda ditutup pada posisi Rp15.360/US$, tumbuh sebesar 0,23% dari harga penutupan kemarin (05/09/2024). Rupiah masih pertahankan di level Rp15.300-an.
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa, ditutup merosot menjelang pengumuman hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober tergelincir 1,44 dolar AS atau 1,7 persen, menjadi menetap pada 83,45 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange terdongkrak 2,10 dolar AS atau 0,11 persen menjadi ditutup pada 1.963,80 dolar AS per ounce