"Menjadi negara kecil bukanlah halangan. Kami bisa bermain dengan cara yang berbeda, tetapi kami memilih untuk tidak melakukannya. Itu kembali ke kebanggaan kita. Saya hanya bisa berterima kasih kepada tim atas upaya mereka dan menunjukkan begitu banyak hati. Mereka menunjukkan tentang apa negara kita. Semua orang harus berterima kasih kepada mereka atas apa yang mereka lakukan untuk turnamen ini." kata Bubista.
Bubista mengungkapkan jika sebetulnya ada air mata di ruang ganti setelah kekalahan dari Argentina, tetapi itu tidak akan bertahan lama. Tanjung Verde pergi dengan kepala tegak. Vozinha yang tak muda lagi plus beberapa rekan satu timnya yang lebih muda kemungkinan akan mendapatkan transfer ke klub baru musim panas ini.
Perjalanan tim kesebelasan Tanjung Verde dari negara kecil yang tidak banyak diketahui dunia dan hanya memiliki penduduk sejumlah 500 ribu telah mengguncang dunia. Ini bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan besar di dunia dengan jumlah penduduknya yang 280 juta jiwa agar bisa bersinar di jagat sepak bola dunia.