Menurut laporan BBC, pihak penggugat berargumen bahwa pengaturan tersebut secara tidak adil memberikan keuntungan bagi pihak yang mampu membayar, menciptakan sistem di mana informasi yang sensitif terhadap pasar lebih dahulu sampai ke tangan pengguna yang membayar.
Foto ini memperlihatkan Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada 11 Mei 2026. (Xinhua/Li Rui)
Trump Media and Technology Group (TMTG), perusahaan induk Truth Social, mengumumkan bahwa Truth API mematok biaya hingga 100.000 dolar AS (1 dolar AS = Rp17.882) per bulan untuk akses awal ke 10 akun Truth Social terkemuka, termasuk akun Trump sendiri, atau 60.000 dolar AS per bulan jika pengguna berlangganan selama tiga tahun.
Trump memiliki jumlah pengikut terbanyak di platform tersebut, dengan sekitar 13 juta pengikut, sementara putra sulungnya, Donald Trump Jr., menduduki peringkat kedua dengan sekitar 7,5 juta pengikut.
Akun-akun lain yang ditawarkan melalui Truth API mencakup akun Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Robert F. Kennedy Jr., Direktur FBI Kash Patel, serta Gedung Putih itu sendiri, menurut dokumen pengaduan tersebut.
Layanan tersebut diluncurkan di saat TMTG, yang merupakan perusahaan publik, mencatat kerugian senilai ratusan juta dolar setiap kuartalnya dan harga sahamnya anjlok hingga di bawah 10 dolar AS dari 62 dolar AS tak lama setelah melantai di bursa saham dua tahun lalu.