Beranda Perspektif Studi Ungkap Badai dan Kekeringan Percepat Perputaran Biomassa di Hutan Amazon

Studi Ungkap Badai dan Kekeringan Percepat Perputaran Biomassa di Hutan Amazon

Seekor burung kiskadee besar terlihat di Hutan Hujan Amazon di Manaus, Brasil, pada 12 Desember 2013. (Carapandang/Xinhua/Xu Zijian)

0
Xinhua

   "Hutan tropis sangat kompleks dan memiliki perbedaan besar dari satu tempat ke tempat lain," kata Wu Donghai, peneliti dari SCBG. "Petak penelitian lapangan yang terbatas tidak dapat sepenuhnya menangkap pola skala besar dan pendorong perputaran karbon biomassa."

   Untuk mengatasi masalah tersebut, tim peneliti menggabungkan citra satelit dengan catatan jangka panjang dari petak-petak hutan di seluruh kawasan Amazon. Langkah ini memungkinkan mereka untuk memetakan kematian pohon dan perputaran biomassa di seluruh wilayah tersebut. Dengan menggunakan pembelajaran mesin, mereka kemudian mengevaluasi bagaimana berbagai faktor lingkungan memengaruhi waktu perputaran karbon.

   Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu perputaran karbon biomassa sangat bervariasi di seluruh kawasan Amazon dan merespons perubahan lingkungan dengan pola nonlinear yang kuat. Badai konvektif ternyata memberikan pengaruh yang bahkan lebih besar dibandingkan tekanan yang berkaitan dengan kekeringan.

   Para peneliti memperkirakan bahwa pada akhir abad ini, waktu perputaran karbon di hutan Amazon akan memendek dengan rata-rata sekitar 3 persen dalam skenario emisi rendah. Dalam skenario emisi tinggi, waktunya dapat memendek hingga 15 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here