Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Sunaryanto mengungkapkan bahwa nilai investasi proyek ini mencapai Rp1,1 triliun dengan potensi pendapatan kotor (revenue) sekitar Rp2,5 triliun.
"Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu bulan depan kami mulai ngebor," ujar Djoko Siswanto yang menargetkan pengeboran dimulai pada Juni 2026.
Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanegara menegaskan bahwa temuan ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di sektor migas.
Kementerian Transmigrasi bersama SKK Migas telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pemanfaatan lahan Hak Pengelolaan (HPL) transmigrasi untuk penerbitan Hak Pakai eksplorasi sumur migas di kawasan tersebut.
Pemerintah memastikan operasional akan dilaksanakan dengan prinsip win-win solution, termasuk memberikan kompensasi kepada warga transmigran yang lahannya terdampak eksplorasi.