Saat ini, operator masih melakukan proses clean-up sumur. Setelah tahapan tersebut selesai, produksi diperkirakan meningkat hingga sekitar 1.200 BOPD dengan kandungan air sekitar 4% menggunakan metode gas lift. Jika target tersebut tercapai, produksi sumur LLA-5 akan mencapai sekitar empat kali lipat dari target awal sebesar 300 BOPD.
Dari sisi biaya, SKK Migas mencatat realisasi anggaran pengeboran mencapai sekitar 95% dari nilai Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui, yakni sebesar US$13,38 juta. Seluruh pekerjaan pengeboran juga dilaporkan selesai tanpa kecelakaan kerja.
SKK Migas berharap proses clean-up dapat berjalan lancar sehingga produksi sumur LLA-5 dapat segera mencapai target sekitar 1.200 BOPD dan memperkuat pasokan minyak nasional. dilansir cnbcindonesia.com