Sementara itu, pada sektor pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, KKP menyerahkan bantuan berupa peralatan pengolahan hasil perikanan dan cool box untuk mendukung kualitas dan pemasaran produk. Selain bantuan jangka pendek, rehabilitasi unit pengolahan ikan serta pengembangan sentra pengolahan produk perikanan di Kabupaten Agam juga telah masuk dalam perencanaan KKP pada tahun 2027–2028.
Menurut Sekjen KKP, seluruh program tersebut merupakan bagian dari sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi.
"Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak dapat kembali berproduksi, kembali bekerja, dan perekonomian di Kabupaten Agam dapat pulih lebih cepat melalui sektor perikanan," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, M.M. menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Pusat terhadap proses pemulihan di Kabupaten Agam.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan beserta jajaran. Kehadiran langsung Bapak Sekretaris Jenderal di Kabupaten Agam merupakan bentuk perhatian yang luar biasa. Bantuan ekskavator, benih ikan, pakan, alat penangkapan ikan, cool box, dan berbagai sarana pendukung lainnya akan sangat membantu masyarakat kami yang terdampak untuk kembali berproduksi dan menggerakkan roda perekonomian," ungkap Bupati.