"Kami telah berdiskusi bersama Pemerintah Kabupaten Agam dan bersepakat untuk berbagi peran antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan sektor perikanan. Harapannya, para pelaku usaha yang terdampak dapat segera kembali menjalankan aktivitas usahanya sehingga roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak," ujarnya.
Berdasarkan hasil validasi bersama Pemerintah Kabupaten Agam, KKP menargetkan 100 persen operasionalisasi kolam budidaya yang mengalami kerusakan ringan seluas sekitar 94 hektare hingga September 2026. Untuk mendukung target tersebut, KKP memberikan bantuan satu unit ekskavator yang operasionalnya didukung Pemerintah Kabupaten Agam guna mempercepat rehabilitasi kawasan kolam budidaya.
Selain itu, pada akhir September 2026 KKP juga akan menyalurkan bantuan benih ikan dan pakan sebagai input produksi bagi pembudidaya agar kegiatan usaha dapat segera kembali berjalan.
Pada sektor perikanan tangkap, KKP akan menyalurkan 60 unit alat penangkapan ikan kepada nelayan terdampak, khususnya di kawasan Danau Maninjau. Bantuan tersebut diharapkan mampu mengembalikan produktivitas nelayan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.