· Belanja modal Rp40,6 triliun: untuk pengadaan kendaraan listrik pelayanan masyarakat dan SPKL, kendaraan khusus Brimob, pembangunan Mako Polda, Polres, Polsek di wilayah perbatasan, pembangunan rumah dinas anggota, serta pemenuhan peralatan khusus persiapan pengamanan Pemilu 2029.
Dedi menegaskan bahwa pagu indikatif 2027 sebesar Rp118 triliun bahkan memiliki selisih Rp28 triliun atau 19,2 persen lebih rendah dibanding alokasi anggaran Polri tahun 2026 sebesar Rp146 triliun.
Dalam penyusunan anggaran tersebut, terdapat tujuh pertimbangan utama, yakni perkembangan lingkungan strategis global dan nasional termasuk teknologi siber.
Selain itu, peningkatan kegiatan harkamtibmas dan penegakan hukum, tingginya angka kejahatan konvensional dan transnasional, peningkatan kualitas SDM Polri melalui pendidikan dan latihan, pengembangan Polda Papua Tengah dan Papua Barat Daya, serta persiapan pengamanan Pemilu 2029.