Beranda Umum Pertamina Sesuaikan Harga BBM Non-Subsidi

Pertamina Sesuaikan Harga BBM Non-Subsidi

Pertalite, dan Biosolar yang masing-masing tetap dipasarkan pada harga Rp10.000 dan Rp6.800 per liter

0
Pertamina

Pada April 2026, batas atas merangkak ke Rp18.745 per liter, kemudian melonjak lagi menjadi Rp20.157 pada Mei, dan menyentuh Rp20.942 per liter pada Juni 2026.

Namun, selama periode tersebut, Pertamina tetap menahan harga jual Pertamax di level Rp12.300 per liter sebelum akhirnya memutuskan kebijakan penyesuaian hari ini. “RON 92 itu kalau di market itu harganya sudah Rp20 ribu–Rp21 ribu-an. Di Thailand, RON 91 itu Rp23 ribuan kalau dikonversi ke rupiah. Kami masih tahan, masih berupaya menahan di Rp12.300 per liter. Pertamax Green juga seperti itu, masih bisa kami tahan kemarin. Meskipun akhirnya, dua produk itu per hari ini, kami naikkan,” kata Sigit Setiawan.

Melalui siaran pers resmi Pertamina Patra Niaga, manajemen menegaskan kenaikan harga hanya berlaku untuk dua jenis BBM tersebut.

Sementara itu, harga BBM non-subsidi lainnya seperti Pertamax Turbo (RON 98) tetap bertahan di Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) di Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) di Rp24.800 per liter.

Begitu pula dengan BBM bersubsidi jenis Pertalite, dan Biosolar yang masing-masing tetap dipasarkan pada harga Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. dilansir infopublik.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here