Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto saat puncak peringatan Harkopnas 2026 pada 12 Juli menyampaikan KDKMP akan dikembangkan sebagai pusat kegiatan ekonomi desa sekaligus menjadi penyalur utama berbagai subsidi pemerintah kepada masyarakat yang berhak.
Presiden menilai masyarakat desa, khususnya petani, masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan sehingga sering bergantung pada pinjaman rentenir untuk memenuhi kebutuhan selama masa tanam. Karena itu, setiap desa diharapkan memiliki koperasi yang menyediakan layanan simpan pinjam dengan bunga rendah.
Menurut Prabowo, keberadaan KDKMP berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga Rp223 triliun per tahun melalui penguatan ekonomi desa serta efisiensi rantai distribusi.
Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simpkopdes) per 14 Juli 2026, sebanyak 83.382 koperasi telah terbentuk, meski belum seluruhnya memiliki bangunan fisik.
Dari jumlah tersebut, terdapat 38.054 usulan lahan pembangunan koperasi. Sebanyak 35.867 usulan telah terverifikasi, 19.296 koperasi masih dalam tahap pembangunan, dan 16.091 koperasi telah menyelesaikan pembangunan fisik secara penuh.