Perubahan serupa juga dirasakan Muhammad Jiyad Prawira, guru SDN Batu Ampar 01 Jakarta Timur. Menurutnya, Pembelajaran Mendalam membuat suasana belajar lebih hidup karena materi pelajaran dikaitkan dengan lingkungan dan budaya yang dekat dengan keseharian murid. “Sekarang anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi memahami kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Saya menghubungkan budaya lokal dengan matematika maupun pelajaran lain sehingga mereka lebih aktif, antusias, dan mudah memahami pelajaran,” ungkap Jiyad.
Pengalaman Tri dan Jiyad menunjukkan bahwa pendekatan Pembelajaran Mendalam mulai diterapkan dalam praktik pembelajaran di kelas. Untuk memperluas dampaknya, Kemendikdasmen menghadirkan Pelatihan Mandiri PM-KKA agar semakin banyak guru dapat mengembangkan kompetensinya secara fleksibel.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan pengembangan dari program yang telah berjalan sejak 2025. Tahun ini, materi dan pendekatan pelatihan disempurnakan agar semakin relevan dengan kebutuhan guru di lapangan. “Tahun ini ada tambahan modul. Selain pelatihan secara luring melalui KKG, MGMP, MKKS, dan Hari Belajar Guru, kami juga memberi kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk mengikuti pelatihan mandiri,” ujar Dirjen Nunuk usai peluncuran Pelatihan Mandiri PM-KKA di Jakarta, Kamis (9/7).