"Setiap pekan, ribuan lebih pengungsi dan orang yang kembali ke negara asal terus berdatangan dari Sudan dengan hampir tidak membawa apa-apa, banyak dari mereka kelelahan, kelaparan, dan sangat membutuhkan perlindungan serta bantuan," ujar Mesfin Degefu, deputi perwakilan UNHCR di Sudan Selatan.
UNHCR dan WFP memperingatkan bahwa pemangkasan bantuan yang akan segera terjadi ini bertepatan dengan puncak musim hujan, periode kritis ketika pasokan pangan langka, harga pasar melonjak, dan jalan-jalan yang terendam banjir atau rusak parah sangat menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan.
Saat ini, WFP menghadapi kekurangan dana mendesak sebesar 37 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp17.882) untuk respons pengungsi dan kekurangan dana keseluruhan sebesar 258 juta dolar AS hingga akhir 2026, defisit yang mengancam bantuan penyelamatan nyawa bagi 4,2 juta orang yang mengalami kerawanan pangan di seluruh negeri.