Migrain biasanya dapat diatasi dengan penanganan mandiri, misalnya minum obat pereda nyeri. Namun, jika keluhan migrain sering kambuh atau mengganggu aktivitas, sebaiknya diskusikan dengan dokter. Untuk mendapatkan jawaban yang cepat dan tepat, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter langganan anda/RS terdekat.
Perawatan mandiri
Selain minum obat, ada hal-hal yang bisa dilakukan penderita ketika migrain kambuh, yaitu:
- Beristirahat atau tidur di kamar yang sepi, gelap, dan sejuk
- Mengompres dingin area dahi atau belakang leher
- Minum air putih yang cukup
- Memijat kepala, pelipis, atau leher
- Makan tepat waktu
Di samping metode di atas, meditasi atau yoga dapat dilakukan untuk mengurangi gejala migrain kronis. Dokter juga dapat menyarankan terapi perilaku kognitif untuk melatih pikiran dan respons tubuh pasien terhadap nyeri.
Komplikasi Migrain
Meski jarang, beberapa penderita migrain dapat mengalami komplikasi berupa:
- Stroke iskemik akibat infark migrain
- Gangguan mental, seperti depresi, gangguan panik, gangguan bipolar, atau gangguan kecemasan
- Gejala aura yang tidak hilang lebih dari 1 minggu tanpa adanya infark migrain
- Kejang
Pencegahan Migrain
Migrain sulit dicegah karena penyebabnya masih diteliti. Namun, beberapa upaya di bawah ini dapat dilakukan untuk mengurangi frekuensi migrain: