CARAPANDANG -
Bagi banyak dari kita, tulisan "Made in China" mungkin sudah akrab sejak masa kanak-kanak. Label itu tercetak di balik berbagai mainan yang dijajakan di toko, pasar, maupun lapak pedagang di sekitar sekolah, mulai dari mobil-mobilan, miniatur hewan, boneka, hingga robot-robotan plastik. Produk-produk tersebut umumnya hadir dengan bentuk sederhana dan harga terjangkau, sehingga lekat dengan keseharian anak-anak.
Pada awal 2000-an, kategori mainan beroda dan kereta dorong boneka menjadi salah satu kelompok yang menonjol dalam impor mainan Indonesia dari Tiongkok, menurut kajian Universitas Indonesia berbasis data UN Comtrade dan BPS. Seiring perkembangan industri mainan Tiongkok, jenis produk yang masuk ke pasar Indonesia kini semakin beragam, mulai dari action figure, blind box, boneka plush, building blocks, robot, mainan edukatif hingga berbagai play set.
Perubahan itu terlihat dalam ajang Indonesia International Baby Products & Toys Expo (IBTE) 2026 yang digelar pada 19-22 Agustus di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. Menurut penyelenggara, lebih dari 1.000 peserta dari lebih dari 24 negara mengikuti pameran tersebut.
Di antara produk yang dipamerkan, mainan Tiongkok hadir dalam berbagai konsep, mulai dari mainan edukatif dan interaktif hingga boneka berbasis kecerdasan buatan (AI), produk berlisensi karakter, building blocks, blind box, hingga barang koleksi.