Beranda Kolom Kemerdekaan Indonesia Dalam Parameter Filosofis Mohammad Natsir

Kemerdekaan Indonesia Dalam Parameter Filosofis Mohammad Natsir

Perjuangan M. Natsir bagi kemerdekaan dan keutuhan Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam beberapa peran strategis.

0
Istimewa

Kemerdekaan bagi M Natsir juga merupakan jembatan menuju cita-cita keadilan sosial. Merdeka berarti mewujudkan amanat pengentasan penderitaan rakyat. Natsir melihat bahwa setelah penarikan tentara penjajah selesai, masyarakat tidak serta-merta langsung tersenyum bahagia karena nikmat kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan merata. Merdeka harus diisi dengan kerja keras untuk merealisasikan janji konstitusi, yaitu melindungi segenap bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menciptakan keadilan sosial.

Kemerdekaan sejati bagi Natsir tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai ketuhanan. Negara yang merdeka harus memberikan ruang yang aman dan damai bagi setiap warga negara untuk beribadah tanpa paksaan, menegakkan moral, serta berbuat kebaikan demi kemaslahatan bersama. Kebebasan sejati adalah ketika bangsa ini tidak lagi menghambakan diri kepada sesama makhluk, melainkan hanya kepada Allah SWT.

Jika diukur menggunakan parameter filosofis yang disampaikan M Natsir, Indonesia secara hukum (de jure) dan fisik telah merdeka sepenuhnya. Namun sebagai suatu proses dinamis, esensi kemerdekaan tersebut belum tuntas tercapai. Natsir memandang kemerdekaan bukan sekadar hilangnya tentara penjajah, melainkan sebuah tanggung jawab berkelanjutan untuk menghapus eksploitasi dan mewujudkan keadilan sosial.

Jika kita membedah kondisi riil Indonesia saat ini melalui parameter kemerdekaan menurut M Natsir, berikut beberapa analisisnya :

1. Kedaulatan Politik dan Negara Kesatuan Sudah Terwujud

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here