Sehubungan dengan hal tersebut, para pejabat dari instansi berwenang terkait dihadirkan untuk memberikan penjelasan langsung dan membahas sejumlah isu penting, seperti kerangka hukum, prosedur pengajuan izin, perencanaan operasional proyek, perlindungan lingkungan hidup, dan kebijakan hilirisasi, guna membantu peserta memahami setiap tahapan dan persyaratan yang perlu dipenuhi.
Perwakilan dari Norin Mining, Duan, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut membantu perusahaan meningkatkan kemampuan dalam mengelola kepatuhan secara lebih sistematis dan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam bahwa pengelolaan dan pemantauan lingkungan bukan hanya bagian dari kewajiban perusahaan untuk memenuhi regulasi, tetapi juga merupakan komitmen tanggung jawab jangka panjang perusahaan terhadap pemerintah dan masyarakat setempat
Radianto, perwakilan dari PT Dairi Prima Mineral, sebuah perusahaan patungan antara NFC asal China dan BRMS asal Indonesia, berbagi pengalaman dalam mengembangkan proyek pertambangan timbal-seng.