Beranda Internasional Kampanye "I AM Marlboro" Dituding Eksploitasi Anak Muda

Kampanye "I AM Marlboro" Dituding Eksploitasi Anak Muda

Para ahli dan pegiat anti-tembakau menilai estetika dan pesan kampanye tersebut sangat membidik pembentukan identitas diri generasi muda.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Philip Morris International (PMI), perusahaan raksasa tembakau di balik merek Marlboro, kembali menjadi sorotan tajam. Perusahaan yang sebelumnya mengklaim ingin mengakhiri penjualan rokok ini justru dituding mengeksploitasi anak muda melalui kampanye iklan global terbaru yang dinilai dirancang untuk menarik konsumen remaja.

Kampanye bertajuk "I AM Marlboro" yang diluncurkan secara global itu mencakup pemasangan papan reklame, iklan televisi, hingga konten online di sekitar 20 negara, termasuk Filipina dan Indonesia.

Para ahli dan pegiat anti-tembakau menilai estetika dan pesan kampanye tersebut sangat membidik pembentukan identitas diri generasi muda.

Mark Hurley, Wakil Presiden organisasi Campaign for Tobacco-Free Kids, menyatakan bahwa kampanye ini kontradiktif dengan pernyataan PMI sebelumnya.

"Tidak bisa Anda mengklaim bahwa rokok seharusnya berada di museum, namun di saat yang sama meluncurkan kampanye global yang menjadikan Marlboro sebagai bagian sentral dari cara anak muda memandang diri mereka sendiri," tegasnya kepada The Guardian.

Kritik serupa datang dari Jorge Alday, Direktur organisasi pengawas industri tembakau STOP. Alday menuding PMI melakukan kebohongan publik.

"Jika perusahaan itu benar-benar berkomitmen untuk mengakhiri penjualan rokok, mereka tidak akan mengiklankannya," ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here