Beranda Internasional Iran Sambut Sinyal Menggembirakan dari AS Jelang Perundingan Nuklir

Iran Sambut Sinyal Menggembirakan dari AS Jelang Perundingan Nuklir

Araghchi menegaskan bahwa program nuklir Iran adalah masalah martabat dan kebanggaan bagi rakyat Iran.

0
Pembicaraan kedua tentang perjanjian Nuklir 17 Februari lalu (Al Jazeera/AFP)

Utusan Khusus AS untuk Perdamaian, Steve Witkoff, menyatakan bahwa Presiden Donald Trump heran mengapa Iran belum juga "menyerah" dan menyetujui untuk membatasi program nuklirnya di bawah tekanan militer yang ada.

Menanggapi pernyataan tersebut, Araghchi menulis di X: "Penasaran mengapa kami tidak menyerah? Karena kami adalah orang Iran".

Ia juga menegaskan bahwa jika AS menyerang Iran, Teheran berhak untuk membela diri.

Araghchi menegaskan bahwa program nuklir Iran adalah masalah martabat dan kebanggaan bagi rakyat Iran.

"Kami telah mengembangkan teknologi ini sendiri melalui ilmuwan kami. Kami tidak akan menghentikan program nuklir kami selama semuanya tetap damai dan di bawah pengawasan IAEA," tegasnya.

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menaksir Iran saat ini memiliki 440 kilogram uranium dengan tingkat pengayaan 60 persen. Untuk dapat dijadikan senjata, tingkat pengayaan uranium harus mencapai di atas 90 persen.

Sementara itu, gelombang protes mahasiswa kembali terjadi di sejumlah universitas di Teheran dan Mashhad. Demonstran menyerukan penggulingan pemerintahan, sementara bentrok dengan milisi Basij mewarnai aksi tersebut.

Protes ini menambah tantangan domestik bagi pemerintahan di tengah tekanan internasional yang meningkat.

Para analis menilai bahwa perundingan di Jenewa pada Kamis mendatang kemungkinan menjadi kesempatan terakhir bagi diplomasi untuk mencegah konflik militer yang lebih luas di kawasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here