Dalam wawancara dengan CBS, Araghchi mengatakan masih ada "peluang bagus" untuk mencapai solusi diplomatik.
"Kami mencoba membuat sesuatu yang mengandung hal yang bisa mengakomodasi kepentingan dan kerisauan kedua belah pihak. Ada peluang mencapai solusi diplomatik," ujar Araghchi.
Menurut sumber pejabat Iran yang dikutip Reuters, Teheran mempertimbangkan sejumlah langkah kompromi, termasuk mengirim setengah dari cadangan uranium dengan tingkat pengayaan tertinggi ke luar negeri, mengencerkan sisa persediaan, dan membuka kemungkinan bergabung dalam pembentukan konsorsium pengayaan uranium di tingkat regional.
Sebagai imbalannya, Iran menuntut pencabutan sanksi ekonomi serta pengakuan resmi atas haknya untuk melakukan pengayaan uranium untuk tujuan damai berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi (NPT).
Selain itu, Iran juga membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan AS untuk berpartisipasi sebagai kontraktor di industri minyak dan gas Iran, sebuah tawaran yang menurut pejabat Iran dapat memberikan kepentingan ekonomi nyata bagi Washington.
Tekanan terhadap Teheran meningkat setelah AS mengerahkan kekuatan militer besar-besaran di kawasan Timur Tengah.
Media AS melaporkan bahwa kekuatan udara yang dikumpulkan merupakan yang terbesar sejak invasi Irak tahun 2003, dengan lebih dari 120 pesawat tempur dikerahkan, serta kapal induk USS Gerald R Ford yang bergabung dengan gugus tugas USS Abraham Lincoln di Laut Arab.