Beranda Ekonomi IHSG Anjlok 3,56% ke 5.883, Pasar Dibayangi Ancaman Penurunan Status MSCI

IHSG Anjlok 3,56% ke 5.883, Pasar Dibayangi Ancaman Penurunan Status MSCI

Seluruh sektor saham kompak melemah, dengan sektor barang baku menjadi penekan terbesar yang turun 6,64%, diikuti sektor energi minus 5,99%, dan sektor transportasi minus 4,84%.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 217,45 poin atau 3,56% ke level 5.883,88 pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Penurunan terjadi meskipun Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market dalam Annual Market Classification Review 2026.

Seluruh sektor saham kompak melemah, dengan sektor barang baku menjadi penekan terbesar yang turun 6,64%, diikuti sektor energi minus 5,99%, dan sektor transportasi minus 4,84%.

Dari 611 saham yang melemah, saham-saham big caps seperti BUMI (minus 12,57%), DEWA (minus 11,54%), dan CUAN (minus 10,95%) menjadi pemberat utama indeks LQ45.

Meskipun mempertahankan status Indonesia, MSCI memberikan peringatan tegas terkait isu transparansi kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi.

Lembaga tersebut menyatakan akan terus mengevaluasi efektivitas reformasi pasar modal Indonesia hingga November 2026.

Apabila tidak terlihat kemajuan yang memadai, MSCI membuka kemungkinan konsultasi untuk mereklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyatakan sentimen negatif dari hasil tinjauan tahunan MSCI membayangi pasar saham Indonesia dan berpotensi menekan IHSG dalam jangka pendek.

Sementara itu, nilai transaksi saham BEI pada Rabu mencapai Rp15,02 triliun dengan volume 26,49 miliar saham.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here