Beranda Ekonomi IHSG Ambrol ke Level 5.839, BEI Klaim Fundamental Emiten Masih Solid

IHSG Ambrol ke Level 5.839, BEI Klaim Fundamental Emiten Masih Solid

Sepanjang perdagangan, tekanan jual masih mendominasi dengan jumlah saham yang melemah mencapai 623 emiten, jauh dibandingkan saham menguat sebanyak 106 emiten.

0
Ilustrasi

CARAPANDANG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami tekanan jual yang signifikan dalam sepekan terakhir. Pada penutupan perdagangan Kamis (4/6/2026), IHSG ditutup melemah 1,70 persen atau 101,28 poin ke level 5.839,78, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah harian di 5.644.

Sepanjang perdagangan, tekanan jual masih mendominasi dengan jumlah saham yang melemah mencapai 623 emiten, jauh dibandingkan saham menguat sebanyak 106 emiten . Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pun tergerus ke level Rp 10.284,95 triliun.

Meskipun IHSG ambles, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan fundamental pasar modal Indonesia masih dalam kondisi baik.

Ia membeberkan data laba bersih emiten yang tergabung dalam indeks LQ45 pada kuartal I 2026 tumbuh 29,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Seluruh perusahaan tercatat membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21 persen per akhir 2025. Ini menunjukkan bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan tercatat kita saat ini dalam kondisi baik," ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Selain itu, sekitar 80 persen perusahaan tercatat membukukan laba bersih pada kuartal I 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

BEI memastikan sejumlah kebijakan yang diterapkan pada tahun lalu masih berlaku hingga saat ini, seperti kebijakan buyback saham tanpa persetujuan RUPS serta penundaan pelaksanaan short selling.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here