Infeksi dapat terjadi di area lipat tubuh maupun yang sering berkeringat dan lembap, seperti di antara jemari, telapak kaki, lipatan payudara, atau sekitar alat kelamin. Infeksi juga dapat menyerang saluran kemih atau saluran pernapasan. Pada wanita, ciri-ciri gula darah tinggi juga dapat berupa keputihan tidak normal akibat infeksi jamur pada vagina.
9. Nyeri kaki
Kadar gula darah tinggi bisa menyebabkan saraf di seluruh tubuh mengalami kerusakan dalam jangka panjang. Kondisi ini disebut sebagai neuropati diabetik.
Meski dapat terjadi pada saraf di bagian tubuh mana pun, saraf di kaki adalah area yang paling sering terkena. Hal ini karena memompa darah dari kaki ke jantung lebih sulit daripada dari bagian tubuh lainnya. Gejala gula darah tinggi ini ditandai dengan kaki sesemutan, nyeri, atau mati rasa.
10. Luka sulit sembuh
Kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada saraf dan pembuluh darah, sehingga sirkulasi darah terganggu. Kondisi ini menyebabkan darah yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka sulit mencapai area tersebut. Inilah yang kemudian membuat luka sulit sembuh.
Penyembuhan luka diabetes yang lambat, meskipun lukanya hanya berupa lecet, dapat meningkatkan risiko amputasi jika tidak ditangani dengan benar.