Perjuangan perempuan menurutnya berkembang dalam tiga fase, yakni memperkuat kapasitas diri di tengah budaya patriarki, memperjuangkan emansipasi dan kesetaraan, hingga perempuan dan laki-laki bersama-sama mengoreksi sistem kapitalisme melalui falsafah pembebasan rakyat Marhaen.
"PDI Perjuangan menempatkan gerakan perempuan pada fase ketiga,"katanya menambahkan.
Dia mengatakan bahwa perempuan penggerak akar rumput memiliki ruang pengabdian yang luas, termasuk membangun kedaulatan pangan dan memastikan masyarakat memperoleh makanan bergizi.
"Kalau kita berbicara tentang ruang lingkup perempuan penggerak akar rumput, sebenarnya sangat luas untuk menjabarkan apa yang dimaksudkan oleh Bu Mega bahwa politik adalah persoalan kehidupan," ujarnya.
Hasto menilai masih terdapat kesenjangan antara cita-cita para pendiri bangsa dengan kondisi saat ini. Karena itu, Megawati menginginkan kader perempuan menjadi pelopor yang mampu menggerakkan masyarakat, memengaruhi cara berpikir rakyat, serta memimpin perjuangan di tingkat akar rumput.
Melalui pelatihan ini, Hasto berharap kader PDIP memiliki keberanian untuk bersikap, membela kebenaran, memperjuangkan keadilan, serta mengawal supremasi hukum.
Sekadar infromasi, acara tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus DPP PDIP, di antaranya Djarot Saiful Hidayat, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Sri Rahayu, Ribka Tjiptaning, dan Sadarestuwati.