Harga minyak Brent Kembali melesat dan ditutup melesat 3% lebih ek US$ 105,07 per barel atau tertinggi sejak 7 April 2026. Sementara itu, indeks dolar melonjak ke 98,77 atau tertinggi sejak 9 April 2026.
Lonjakan harga energi cenderung mendorong inflasi, sehingga meningkatkan peluang kenaikan suku bunga. Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil tersebut.
Survei Reuters terhadap para ekonom menunjukkan Federal Reserve kemungkinan menunggu setidaknya enam bulan sebelum memangkas suku bunga tahun ini.
Selain itu, penguatan dolar AS juga menekan emas karena membuat bullion berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga naik ke level tertinggi lebih dari sepekan, sehingga meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. dilansir cnbcindonesia.com