Namun, investor tetap berhati-hati terhadap hasil perundingan damai karena gangguan pasokan dari Timur Tengah masih berlanjut.
Risalah rapat April Federal Reserve menunjukkan para pejabat memperingatkan bahwa perang Iran dapat memicu inflasi, sehingga meningkatkan dukungan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga. Mayoritas pembuat kebijakan mengatakan pengetatan moneter mungkin diperlukan jika inflasi tetap berada di atas target 2%.
Meski sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya berkinerja lebih lemah dalam lingkungan suku bunga tinggi.
Investor kini memperkirakan peluang sebesar 48,6% bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga pada Desember, dan peluang 89,6% bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga saat ini pada pertemuan berikutnya di Juni.
Sementara itu, Citigroup mengatakan pihaknya tetap berhati-hati terhadap emas dalam jangka pendek dengan target harga nol hingga tiga bulan di level US$4.300 per ons. dilansir cnbcindonesia.com