CARAPANDANG.COM- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi selama masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, mengatakan masa pancaroba kerap ditandai dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi memicu kejadian ekstrem.
“Pada periode ini, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” katanya.
Ia mencontohkan hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas pada Senin (6/4), yang menunjukkan karakteristik cuaca ekstrem saat masa transisi musim.
Berdasarkan data curah hujan selama 24 jam terakhir yang tercatat pada Selasa (7/4), kata dia, beberapa wilayah di Banyumas dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada Senin (6/4).
“Hujan lebat tercatat terjadi di Rempoah, Cikidang, dan Sumbang, masing-masing sebesar 84 milimeter, 87 milimeter, dan 78 milimeter,” katanya.
Ia mengatakan kondisi tersebut dipicu oleh faktor lokal atmosfer yang labil serta pemanasan permukaan yang cukup intens, sehingga pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Banyumas dan sekitarnya menjadi maksimal.