"Kami menduga ada aktor intelektual di balik kasus ini. Dugaan kami mengarah kepada mantan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Karena itu kami meminta aparat penegak hukum berani mengusut perkara ini hingga ke akar-akarnya," ujar Jhojo kepada sejumlah wartawan.
Diakui Jhojo, dirinya dan Jeffry telah mendatangi Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah pada Senin, diruang kerjanya. Dalam pertemuan itu, menurut Jhojo, Idah Syahidah belum memberikan tanggapan terkait tudingan yang diarahkan kepada suaminya.
Selain itu, Idah Syahidah menyampaikan bahwa suaminya bukanlah sosok yang akan menyuruh orang lain untuk melakukan tindakan kekerasan.
"Bapak itu pembunuh, dan bapak kalau membunuh itu orangnya gentle atau berhadapan langsung. Bapak tidak mau menyuruh atau memerintahkan orang lain," demikian kutipan pernyataan yang diklaim disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Pernyataan itu oleh Jhojo menyebut justru memunculkan pertanyaan baru di tengah publik. Alih-alih meredam polemik, narasi yang berkembang kini semakin mengarah pada tuntutan agar aparat penegak hukum, mengusut secara terbuka kemungkinan adanya dalang atau pihak yang memiliki motif terhadap serangan brutal kepada jurnalis tersebut.
Mewakili Keluarga korban, Jhojo menyatakan akan membawa perkara tersebut ke sejumlah lembaga negara, termasuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Komisi Kejaksaan Republik Indonesia, dan Komisi Kepolisian Nasional.