Beranda Kolom Apakah Gempa-Gempa Dahsyat Belakangan Ini Indikasikan Peningkatan Aktivitas Seismik di Amerika Selatan?

Apakah Gempa-Gempa Dahsyat Belakangan Ini Indikasikan Peningkatan Aktivitas Seismik di Amerika Selatan?

Tim penyelamat bekerja di sebuah bangunan yang telah ambruk di Negara Bagian La Guaira, Venezuela, pada 23 Juli 2026. (Carapandang/Xinhua/Marcos Salgado)

0
Xinhua

   Namun, gempa di Kolombia terjadi pada tingkat yang jauh lebih dalam. Kendati energi seismik melemah saat merambat ke permukaan, gempa yang lebih dalam dapat dirasakan di area yang jauh lebih luas dan menimbulkan beragam tingkat kerusakan di kawasan yang lebih luas.

   Andres Folguera, seorang geolog dari Dewan Riset Ilmiah dan Teknis Nasional Argentina, juga menuturkan bahwa kedua gempa tersebut melibatkan proses geologis yang berbeda, dengan aktivitas sesar dangkal di Venezuela dan deformasi lempeng yang lebih dalam di balik gempa di Kolombia.

Operasi pencarian dan penyelamatan berlangsung di tengah reruntuhan bangunan di Cali, Kolombia, pada 13 Agustus 2026. (Carapandang/Xinhua/Andres Moreno)

   TIDAK ADA BUKTI SIKLUS SEISMIK YANG TAK WAJAR

   Wang Tun, wakil direktur di Laboratorium Utama Bahaya Gunung dan Keselamatan Teknik yang dinaungi Akademi Ilmu Pengetahuan China dan kepala Institute of Care-Life di Chengdu, menuturkan bahwa kedua episentrum berjarak sekitar 1.200 km dan tidak terdapat hubungan pemicu tekanan langsung di antara kedua gempa tersebut.

   "Kedua gempa tersebut harus dianggap sebagai gempa yang tidak saling berkaitan," tuturnya.

   Gempa-gempa belakangan ini, imbuh Wang, tidak mengindikasikan bahwa Lempeng Amerika Selatan memasuki periode peningkatan aktivitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here