Belum genap dua bulan sebelumnya, negara tetangga Kolombia, yakni Venezuela, diguncang dua gempa dahsyat bermagnitudo 7,2 dan 7,5 pada 24 Juni. Dua gempa dangkal tersebut, yang sama-sama berpusat di kedalaman sekitar 10 km, terjadi dengan jeda waktu kurang dari semenit. Otoritas Venezuela melaporkan bahwa jumlah korban jiwa telah menembus 6.300 orang.
Kendati memiliki kedekatan secara geografis, gempa di Venezuela dan Kolombia terjadi pada tatanan tektonik yang berbeda.
Presiden Perhimpunan Geologi Venezuela (Geological Society of Venezuela) Feliciano De Santis menyampaikan kepada Xinhua bahwa kedua negara berada di atas Lempeng Amerika Selatan, tetapi proses tektonik yang memicu gempa di kedua negara itu berbeda.
Di Venezuela, aktivitas seismik sebagian besar berkaitan dengan perbatasan antara lempeng Karibia dan Amerika Selatan, di mana pergerakan horizontal utamanya memicu pergerakan sesar mendatar (strike-slip faulting). Sebaliknya, Kolombia sangat dipengaruhi oleh proses subduksi Lempeng Nazca ke bawah Lempeng Amerika Selatan.
Perbedaan-perbedaan tersebut membantu menjelaskan karakteristik dari gempa-gempa yang terjadi belakangan ini.
Menurut De Santis, gempa di Venezuela kerap kali berkedalaman dangkal, sehingga memungkinkan energi seismik menghasilkan guncangan yang sangat kuat di dekat episentrum dan zona sesar.