Namun, Hamas menolak pelucutan senjata secara sepihak sebelum berakhirnya operasi militer Israel dan penarikan mundur pasukan dari Gaza. Kelompok tersebut berargumen bahwa setiap pembahasan mengenai persenjataan harus menjadi bagian dari kesepakatan politik yang lebih luas serta dikaitkan dengan jaminan atas upaya rekonstruksi dan hak-hak rakyat Palestina.
Foto yang diabadikan pada 25 Juli 2026 ini memperlihatkan seorang anak Palestina yang menjadi pengungsi di Gaza City. (Carapandang/Xinhua/Rizek Abdeljawad)
BAGAIMANA KELANJUTAN RENCANA TERSEBUT?
Perselisihan mengenai rencana Gaza itu terjadi di tengah ketidakpastian yang masih berlanjut mengenai masa depan wilayah kantong tersebut setelah berbulan-bulan konflik. Menyusul pengumuman Netanyahu, Hamas kembali menegaskan komitmennya terhadap rencana tersebut dan menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk membantu mengimplementasikan kesepakatan itu.
Para analis menilai penolakan Netanyahu terhadap rencana perdamaian tersebut mencerminkan pertimbangan politik domestik. Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Palestina Varsen Aghabekian Shahin menuduh Netanyahu berupaya mengulur waktu untuk menunda kesepakatan Gaza hingga setelah pemilu Israel pada Oktober, dengan menyatakan bahwa pemimpin Israel tersebut "tidak berniat mencapai kesepakatan".