Rencana tersebut disusun pada Mei lalu oleh Nickolay Mladenov selaku "perwakilan tinggi untuk Gaza" dari "Dewan Perdamaian", dan diumumkan secara resmi oleh Presiden AS Donald Trump pada akhir Juli. Saat itu, Trump mengatakan bahwa dewan tersebut telah mencapai kesepakatan mengenai "pelucutan senjata menyeluruh" Hamas dan kelompok-kelompok bersenjata lainnya di Gaza.
Berdasarkan kerangka kerja tersebut, pihak Hamas harus menyerahkan persenjataannya, sementara pasukan Israel secara bertahap akan menarik diri dari Gaza dan digantikan oleh Pasukan Stabilisasi Internasional yang bekerja berdampingan dengan struktur kepolisian Palestina yang telah direformasi.
Seorang warga Palestina memeriksa puing-puing setelah serangan udara Israel menghantam sebuah apartemen di Gaza City pada 2 Agustus 2026. (Carapandang/Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Rencana tersebut juga menyerukan akses kemanusiaan, upaya rekonstruksi, serta pembentukan badan interim untuk mengelola Jalur Gaza, dengan tujuan akhir memungkinkan Otoritas Palestina kembali menjalankan tanggung jawabnya di Gaza dan Tepi Barat, menurut para pejabat Mesir yang terlibat dalam mediasi rencana tersebut beserta tahapan implementasi selanjutnya.