1. Memainkan peran penting dalam rantai makanan
Sepanjang siklus hidup katak, amfibi ini memiliki peran penting dalam rantai makanan, baik sebagai predator maupun mangsa, menurut laman Phys.org. Sebagai berudu, mereka menjaga saluran air tetap bersih dengan memakan alga.
Saat berubah menjadi katak, mereka menjadi sumber makanan penting bagi berbagai hewan, seperti burung, ikan, monyet, dan ular. Dengan demikian, hilangnya populasi katak mengganggu rantai makanan yang rumit dan menghasilkan dampak negatif yang dirasakan di seluruh ekosistem.
2. Berperan penting dalam penelitian medis
Katak menghasilkan beragam sekresi kulit. Banyak di antaranya berpotensi untuk meningkatkan kesehatan manusia saat digunakan sebagai obat-obatan. Sekitar 10 persen dari Hadiah Nobel dalam Fisiologi dan Kedokteran dihasilkan dari investigasi yang menggunakan katak. Apabila spesies katak menghilang, maka peluang untuk meningkatkan kesehatan manusia juga menghilang.
Sebuah penelitian yang dirilis di Journal of Proteome Research tahun 2012 menemukan adanya lebih dari 76 peptida antimikroba yang berbeda pada kulit katak Rana temporaria. Peptida ini berpotensi memiliki efek pencegahan strain bakteri patogen dan resisten antibiotik.
Katak Rheobatrachus vitellinus yang hidup di Queensland, Australia, memiliki kemampuan mematikan cairan lambung mereka sambil membesarkan anak-anak mereka di dalam perut. Oleh karena itu, mereka sangat berpotensi memberikan kemajuan dalam pengobatan manusia.