CARAPANDANG - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan ratusan personel tambahan ke Maluku Utara dan Papua Tengah untuk memperkuat pengamanan menyusul terjadinya sejumlah insiden keamanan dan ketertiban di kedua wilayah tersebut.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan langkah ini diambil sebagai respons cepat atas dinamika situasi kamtibmas di lapangan.
“Polri telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan untuk memperkuat pengamanan dan penanganan situasi di Papua Tengah dan Maluku Utara,” ujar Trunoyudo mengutip Kompas, Minggu (5/4/2026).
Di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, terjadi konflik antarwarga yang dipicu oleh kasus dugaan pembunuhan seorang warga di Desa Bobane Jaya.
Peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi aksi saling serang antara warga Desa Bobane Jaya dan Desa Sibenpopo yang mengakibatkan korban jiwa, pembakaran rumah warga, fasilitas umum, serta satu unit tempat ibadah.
Aparat gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah bergerak cepat untuk meredam konflik hingga situasi berangsur kondusif pada Jumat (2/4/2026) sore.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian dan menjalin tali persaudaraan di tengah situasi konflik tersebut.