Khvicha Kvaratskhelia menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Liverpool. Menerima umpan terobosan sempurna dari Joao Neves, pemain asal Georgia itu dengan mudah melewati tekel Gravenberch, mengelabui Mamardashvili, dan menceploskan bola ke gawang kosong.
Gol ini sekaligus membuat Kvaratskhelia menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam empat laga knockout Liga Champions beruntun sejak Karim Benzema di musim 2021/22.
Liverold sempat mendapat "nyawa" pada menit ke-72. Wasit Jose Maria Sanchez awalnya menunjuk titik putih setelah Ibrahima Konate dianggap menjatuhkan Warren Zaire-Emery.
Namun, setelah meninjau monitor VAR, keputusan penalti tersebut dibatalkan karena Konate dinilai lebih dulu mengenai bola.
Hasil 2-0 ini sebenarnya bisa jauh lebih telak jika penyelesaian akhir PSG tidak sia-sia.
Ousmane Dembele tercatat membuang tiga peluang emas, termasuk satu tembakan yang membentur tiang gawang pada menit-menit akhir.
Data statistik mencatatkan performa buruk Liverpool :
· Tembakan: PSG 18 (2,2 xG) vs Liverpool 3 (0,18 xG)
· Tembakan Tepat Sasaran: Liverpool 0 (nol) sepanjang pertandingan
· Rekor ini menjadi yang pertama bagi Liverpool sejak melawan Atalanta November 2020.
Kekalahan ini juga menjadi kekalahan tandang keempat beruntun bagi Liverpool di semua ajang, terakhir kali terjadi pada tahun 2012.
Pelatih PSG, Luis Enrique, mengaku puas dengan performa timnya meski sedikit kecewa tidak bisa menambah gol.