Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia menginginkan kesepakatan abadi dengan Iran, yang mencakup ketentuan bahwa Teheran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Viktorovich Grushko menilai bahwa penguatan potensi nuklir yang dilakukan Inggris dan Prancis dapat memicu perlombaan senjata dan bertentangan dengan tujuan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Morteza Simiari, pakar urusan internasional Iran, Sabtu (21/3), mengatakan Iran menyerang fasilitas nuklir di Kota Dimona, Israel selatan, pada hari sebelumnya, sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap situs atom Natanz milik Iran.
Foto yang diabadikan pada 15 Maret 2026 ini menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur di sebuah area permukiman di Teheran, Iran. (Carapandang/Xinhua/Shadati)
Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) menjulukinya sebagai sosok yang lebih berbahaya dari Usamah (Osama) bin Laden. Badan mata-mata ‘Israel’, Mossad, bahkan membentuk tim khusus untuk membunuhnya
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengungkapkan keprihatinannya bahwa serangan terhadap Iran menunjukkan peluang diplomasi dari perundingan nuklir yang berjalan telah “disia-siakan”.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan kepada televisi pemerintah bahwa pembicaraan mengalami kemajuan yang sangat baik dan memasuki unsur-unsur kesepakatan dengan sangat serius, baik di bidang nuklir maupun di bidang sanksi.
Rusia akan terpaksa menggunakan senjata nuklir non-strategis jika Inggris dan Prancis memasok hulu ledak nuklir ke Ukraina, kata wakil kepala Dewan Keamanan Moskow, Dmitry Medvedev, pada Selasa (24/2).
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada Jumat mengatakan Teheran sedang menyusun rancangan balasan setelah pembicaraan tidak langsung dengan AS pekan ini.