Pada 2 September 2018, menjelang pembukaan KTT Forum Kerja Sama China-Afrika (Forum on China-Africa Cooperation/FOCAC) di Beijing, Xi menggelar 11 pertemuan bilateral dengan para pemimpin Afrika, di mana setiap pertemuan berlangsung dengan ketepatan waktu.
Di KTT G20 Hangzhou pada 2016, Xi menghadiri 13 pertemuan dan berbagai rangkaian acara dalam waktu kurang lebih 80 jam. Pada kesempatan tersebut sang presiden menyampaikan 11 pidato dan menemui 27 pemimpin negara asing. Di KTT SCO Qingdao pada 2018, dia mengikuti lebih dari 20 acara resmi dalam dua hari.
Jadwal yang sangat padat itu tidak hanya menyoroti intensitas keterlibatan diplomatik China, tetapi juga komitmen pribadi Xi untuk memajukan dialog dan kerja sama internasional.
China tidak hanya berupaya untuk mengajukan gagasan, tetapi juga mewujudkannya menjadi aksi nyata.
Sejak Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI) diluncurkan pada 2013, inisiatif tersebut telah menghasilkan investasi global senilai hampir 1 triliun dolar AS (1 dolar AS = Rp17.913) dan menciptakan sedikitnya 500.000 lapangan kerja di negara-negara mitra. Di Afrika dan banyak belahan dunia lainnya, kerja sama BRI yang berkembang pesat itu secara luas dianggap sebagai jalan menuju kemakmuran.