Mengusung aspirasi rakyat Laos untuk mengubah negara mereka dari negara yang terkurung daratan menjadi pusat penghubung darat, jalur kereta ini menjadi proyek unggulan dari Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI) yang digagas oleh Xi. Jalur kereta ini juga merupakan bukti nyata persahabatan yang langgeng serta hubungan pribadi yang erat yang dibangun oleh para pemimpin China dan Laos selama bertahun-tahun.
Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 13 April 2026 ini memperlihatkan sebuah kereta Jalur Kereta China-Laos, yang diberangkatkan dari Kunming, Provinsi Yunnan, China barat daya, sedang tiba di Vientiane, Laos. (Xinhua/Xia Ningqin)
Sommad Pholsena, yang pernah menjabat sebagai menteri pekerjaan umum dan transportasi Laos, turut serta dalam pembangunan Jalur Kereta China-Laos. "Masyarakat Laos sudah lama mendambakan adanya jalur kereta," ujarnya. "Berkat Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra, pembangunan Jalur Kereta China-Laos dapat terwujud," imbuhnya.
Sommad dan Xi adalah teman satu almamater. Sommad merupakan putra mendiang Quinim Pholsena, seorang pemimpin revolusioner yang pernah menjabat sebagai menteri luar negeri Laos pada 1962 hingga 1963. Beberapa anak Pholsena tinggal dan bersekolah di Bayi School di Beijing pada tahun 1960-an, saat Xi juga menempuh pendidikan di sana.